Logo

Logo
ppi wellington logo

Optimisme Prof. Anies Baswedan

Monday, March 21, 2011


Prof. Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina Jakarta mengajak para pemuda Indonesia untuk optimis menatap masa depan Indonesia, dalam diskusi bertajuk "Perkembangan Mutakhir Politik Indonesia", yang diselenggarakan di Ruang Nusantara KBRI Wellington, Selandia Baru, Minggu, 13 Maret 2011.

Dalam diskusi yang dipandu langsung Duta Besar RI untuk Selandia Baru A Agus Sriyono dan dihadiri mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Wellington, Anies Baswedan menyampaikan perkembangan perpolitikan Indonesia saat ini dimana demokrasi di Indonesia tengah menghadapi tantangan cukup besar. Tantangan tersebut antara lain korupsi, anarkisme yang mengatas namakan agama, dan berbagai pelanggaran hukum lainnya yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kegagalan demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu, law enforcement, legal reforms dan bureaucratic reforms menjadi sangat krusial.

Di tengah-tengah ancaman terhadap demokrasi, bangsa Indonesia kini tengah menghadapi tantangan lain yang tidak kalah beratnya, yaitu bagaimana dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam dunia yang sudah mengglobal seperti saat ini. Apabila para elit dan rakyat Indonesia masih sering bertengkar demi mengejar keuntungan pribadi, Indonesia bisa digilas oleh bangsa-bangsa lain. Oleh sebab itu, Anies mengajak generasi muda untuk tetap optimis, bekerja keras, dan mengutamakan kepentingan bangsa.

Di masa perjuangan melawan penjajah, para pemuda Indonesia berkumpul di Yogyakarta sebagai ibukota RI untuk mengumpulkan kekuatan dan membuat perubahan. Dari sanalah kemudian berdiri Universitas Gadjah Mada sebagai universitas tertua dan Akademi Militer di Magelang. Anies mengharapkan para pemuda Indonesia yang pada saat ini tengah menuntut ilmu di luar negeri untuk menimba pengalaman sebanyak-banyaknya termasuk pengalaman kerja di luar negeri. Jika tiba saatnya untuk kembali ke tanah air, dapat turut membangun bangsa dan membuat perubahan.

Kunjungan Prof. Anies Baswedan yang didampingi wakil rektor Prof. Wijayanto ke Selandia Baru dalam rangka penandatanganan kerja sama pendidikan Universitas Paramadina dengan Victoria University of Wellington. Duta Besar Agus Sriyono menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan salah satu prioritas KBRI Wellington yaitu di bidang pendidikan, selain bidang perdagangan, investasi dan tenaga kerja. Selama kunjungannya di Selandia Baru, Anies Baswedan dijadwalkan berbicara di forum bergengsi New Zealand Institute of International Affairs (NZIIA).

Kerja Sama Pendidikan RI - Selandia Baru


Duta Besar RI di Selandia Baru A Agus Sriyono mengadakan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi Selandia Baru Hon. Steven Joyce di Gedung Parlemen Selandia Baru, Kamis, 3 Maret 2011. Pertemuan membaahas tindak lanjut kerja sama pendidikan RI – Selandia Baru sebagaimana diamanatkan dalam Agreed Minutes Joint Ministerial Conference III, Oktober 2010 lalu. Dalam Agreed Minutes yang dihasilkan melalui JMC III disebutkan bahwa perlu adanya umbrella agreement kerja sama pendidikan RI – Selandia Baru.

Dalam pertemuan yang sekaligus merupakan courtesy call, Duta Besar RI - disamping menyampaikan belasungkawa Pemerintah RI atas bencana yang terjadi di Christchurch baru-baru ini - juga menyerahkan draftMemorandum of Understanding between Ministry of National Education of the Republic of Indonesia & Ministry of Education of New Zealand on Educational Cooperation.

Duta Besar RI menghargai komitmen Pemerintah Selandia Baru yang meningkatkan jumlah penerima beasiswa NZAID dari Indonesia hingga mencapai 50 orang mulai tahun 2012. Sementara itu, Hon Steven Joyce menghargai keinginan Indonesia menjalin kerja sama pendidikan dengan Selandia Baru mengingat Indonesia merupakan negara besar.

Diharapkan, umbrella agreement kerja sama pendidikan RI – Selandia Baru dapat ditandatangani dalam waktu dekat sehingga mendorong kerja sama pendidikan yang lebih luas dan komprehensif antara kedua negara sahabat.

Ket foto: Duta Besar RI A Agus Sriyono bersama Menteri Pendidikan Tinggi Selandia Baru Hon. Steven Joyce.

Simposium Internasional

Sunday, March 20, 2011


Simposium Internasional merupakan kegiatan tahunan OISAA (Overseas Indonesian Student Association Alliance). Penyelenggaraan Simposium Internasional ini memungkinkan perwakilan pelajar Indonesia dari berbagai negara untuk berkumpul dalam sebuah forum dan mendiskusikan isu-isu nasional serta memberikan rekomendasi strategis langsung kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Simposium Internasional 2009 di Den Haag, Belanda
"Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020"


Agenda Simposium Internasional (SI) yang diselenggarakan di Den Haag, 3-5 Juli 2009 ini merupakan aspirasi dari poros intelektual kaum pelajar Indonesia di luar negeri untuk menghimpun kekuatan bangsa yang terpencar di berbagai negara lintas benua. Menurut hasil identifikasi yang dilakukan Panitia OC SI ini, setidaknya terdapat sekitar 200-an ilmuwan dari Indonesia dengan capaian prestasi gemilang, yang saat ini tersebar berserakan di beragam universitas, lembaga penelitian, hingga perusahaan besar luar negeri. Modal sosial itu selama ini belum digarap oleh pemerintah menjadi instrumen strategis guna mentransformasi arus pengetahuan dan jaringan global untuk mempercepat proses pembangunan di dalam negeri.

Untuk itu, acara SI 2009 yang bertemakan "Visi dan Misi Intelektual Indonesia di Luar Negeri; Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020" itu mengemban empat tujuan dasar:
Membahas permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia baik di saat ini maupun di masa depan melalui serangkaian diskusi di dalam sektor-sektor pembangunan yang saling berkaitan;
Membangun jejaring dan organisasi Intelektual Indonesia di seluruh dunia untuk membangun forum ilmuwan Indonesia di luar negeri atau internasional;
Memberikan pesan moral bahwa para Intelektual Indonesia di luar negeri memiliki perhatian besar terhadap kondisi pembangunan dan perjuangan bangsa Indonesia; dan
Membahas permasalahan pelajar Indonesia dan perkembangan organisasi pelajar Indonesia di luar negeri.


Selengkapnya mengenai SI 2009, serta rekomendasi dan inisiatif-inisiatif yang dihasilkan oleh SI 2009, download: Laporan Kegiatan SI 2009 Belanda oleh panitia penyelenggara (PPI Belanda).